Skip to main content

Suara Hujan

25 Februari 2021 pukul 19.41

"Malam ini gmeet ya sholihah" adalah kalimat pembuka percakapan grup malam ini. 

Tak terasa malam ini adalah malam sebagai wujud telah melewati malam-malam sebelumnya.

Diawali dengan lantunan istighfar menyapa-Mu sebagai hamba yang penuh dengan noda tak terlihat ini.

Sholawat khusyu' dengan mengharap syafaat Rasul-Mu, dan bermunajat dengan penuh pengharapan tentang takdir baik Mu bagi kehidupan yang kekal nanti.

Beberapa malam terakhir, langit amat gelap dan hujannya amat deras, suara petir saling bergantian menyapa bumi. 

Namun sekali lagi, inilah rahmat-Mu yang amat ditunggu bagi makhluk bumi yang tak bisa kami dengar aduannya.

Alhamdulillah Alhamdulillah....

Ternyata...

Nafas ini masih Engkau kenankan untuk dinikmati.

Layar didepan menautkan tiap hati yang terpaut jarak beribu-ribu meter.

Kitab-Mu menjadi saksi percakapan kami. Lantunan ayat-ayat Mu sebagai bukti keseriusan kami. Kalimat-Mu tak henti-hentinya meluluhkan hati kami.

Pantaskah kami? Hanya Engkau yang mengetahui. Usaha memantaskan diri, panjangkanlah takdir ini.

Layar ini menampilkan sosok yang amat kami kagumi. 

Wajah pucatnya menggambarkan tubuhnya yang engkau tarik sedikit nikmat. Benar saja, malam ini menjadi malam Muhasabah diri tentang nikmat sehat yang terkadang kami lalaikan.

Namun itu bukanlah penghalang baginya. Dengan semangat lisannya terus menyalurkan ilmu yang Engkau amanahkan kepadanya. 

Kategori Role Model, memang pantas untuknya.

Rasa yang ingin sekali bertemu, saling bertatap secara langsung tanpa penghalang lagi semakin memuncak. Sabar, hanya itu yang bisa dan harus dilakukan.

Pesan-pesan malam ini banyak membuat kami tersadar akan banyak hal. sama seperti sebelumnya.

Thollabul 'ilmi, panggilnya.

Tetaplah ta'dzim mendengarkan seperti baru pertama kali mendengar saat mendengarkan ilmu yang pernah bahkan sering didengar. Pesannya.

Jazakillahu Khairan Katsiran, Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak. Hanya kebaikan-Nya yang dapat membalasnya. Sehat untukmu. Musyrifah kami.


Situbondo, 25 Februari 2021

Pukul 10 lewat 9 malam


Penulis


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dari Aku untuk Kamu

Hai kamu,  gimana kabarmu?  baik bukan? atau sedang tidak baik-baik saja?  Tak mengapa jika tidak sedang baik-baik saja, manusia butuh ruang untuk merasakan lemah, sedih atau bahkan kecewa. Karena dengan itu manusia akan lebih menghargai kebahagiaan.  Tapi jangan lupa untuk kamu berkata "aku sedang baik-baik saja" pada dunia ya, perlahan itu akan membuatmu membaik.  Untuk pertama kalinya aku menulis ini untuk kamu, jadi ingatlah hari ini. Hidup itu lucu ya, sangat singkat tapi banyak cerita yang dapat terukir panjang.  Sadar gak? kamu yang sekarang itu karena kamu yang kemarin?  Yang memiliki segudang cerita yang kamu anggap menyenangkan, lucu, memalukan, menyedihkan, mengecewakan, atau menyakitkan itu.  Sekarang, kamu sudah sampai mana?  Jangan berhenti untuk terus melangkah ya,  Hidup adalah sebuah perjalanan bukan?  Terimakasih untuk selalu menggenggam tanganku dengan erat,  Terimakasih untuk tetap ada walau aku terlalu seri...

Selalu dan Selamanya

Atas segala apapun yang terjadi, Jangan tergesa berburuk sangka. Sungguh, andai kau tahu apa yang Allah sembunyikan untukmu, Di balik setiap pahit yg kau rasa, Engkau akan menangis malu Atas buruk sangkamu kepada-Nya. Wahai diri... Berbaik sangkalah Selalu dan selamanya. -Ustdzh. Halimah Alaydrus

YESTERDAY is HISTORY, TOMORROW is A MISTERY, and TODAY is A GIFT

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua  J .  Hai gaes, kenalan dulu yuk sama aku. Panggil aja aku Ratih, seorang anak manusia yang sering gak jelas tapi berusaha buat jadi jelas :D. Jadi maafkan jika ada ketidak jelasan, mungkin saya lagi khilaf. Nah kaya barusan ini hehe. Btw di postingan pertamaku ini aku mau bahas,  kenapa sih aku bikin blog?  Hanya untuk mengisi kekosongan nih. Sekalian pingin mencoba hal baru dengan bereksperimen dengan diri sendiri. Intinya aku masih belajar hehe. Setelah kupikir-pikir, menulis banyak banget manfaatnya nih. Kenapa? Dari menulis hal-hal baru, berkesan, dan penting dalam hidup, kita jadi lebih menghargai momen-momen yang sedang terjadi atau bahkan yang telah terjadi sekalipun. Seperti mengingat masa lalu, ea... siapa nih yang sensitif sama masa lalu. Cie ketahuan gak bisa move on dari masa lalu yaaa... eits tapi gak papa, kita perlu mengingat kembali hal lama yang bis...